Teori Komunikasi Massa Klasik dan Kritis Teori Peluru / Teori Jarum Teori Peluru atau teori jarum mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga komunikan dianggap pasif atau tidak tahu apa-apa. Seorang komunikator dapat menambahkan peluru komunikasi yang dapat mempengaruhi khalayak yang tidak berdaya. Teori ini dapat dikatakan sebagai komunikasi satu tahap, karena pesan yang disampaikan melalui media massa langsung ditunjukan kepada komunikas tanpa melalui perantara. Teori Kultivasi Teori ini bertujuan untuk memaparkan efek media yang bersifat individu dan untuk meyakinkan khalayak tentang efek-efek tersebut. Teori kultivasi membentuk persepsi, pemahaman jangka panjang sebagai hasil dari mengkonsumsi isi dari media. Menurut teori ini, media televisi merupakan media yang paling tepat untuk mempelajari kultur di lingkungannya. Televisi merupakan media yang unik, media ini menyajikan informasi secara audio dan visual segingga memudahkan k...
Kecilnya jumlah perempuan yang bekerja di media menunjukkan bahwa perempuan merupakan minoritas dalam dunia media. Berdasarkan database AJI (Aliansi Jurnalis Independen) tahun 2009, terdapat 1.339 jurnalis laki-laki dan 234 jurnalis perempuan. Walaupun begitu, perempuan selalu dihadirkan di media bukan sebagai pihak yang aktif, tetapi sebagai objek. Dalam setiap program media, perempuan dijadikan sebagai orang yang mempromosikan suatu produk. Media kurang melindungi kepentingan perempuan dalam hal kesetaraaan dan pendidikan. Image source: http://symbolsnet.com/symbols/symbol-for-woman-rights.html Berdasarkan pengamatan mereka, AJI menemukan bahwa kebanyakan media (cetak atau elektronik) kurang tertarik dengan masalah perempuan. 59 persen dari pemberitaan tentang perempuan diletakkan bukan sebagai berita utama. Daftar pustaka Nugroho, Y., Nugraha, L. K., Laksmi, S., Amalia, M., Putri, D. A., & Amalia, D. (2012). Media and the Vulnerable in Indonesia: Account...
Comments
Post a Comment